Ini 10 Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia Menurut Berbagai Riset Kesehatan

12 mins read
Ini 10 Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia Menurut Berbagai Riset Kesehatan


Menurut data Riset Kesehatan, ternyata terdapat beberapa jenis penyakit tidak menular namun menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Apa saja saja penyakit mematikan tersebut?


Setiap tahunnya, terdapat jutaan manusia yang meninggal dikarenakan penyakit di seluruh dunia, termasuk juga di indonesia. Mengutip informasi dari Riskesdas (Data Riset Kesehatan Dasar) yang dirilis pada tahun 2018 lalu, prevalensi penyakit tidak menular namun menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia mengalami peningkatan.


10 Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia


Adapun terdapat 10 urutan teratas dari penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia tersebut adalah sebagai berikut:


Hipertensi

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi

Penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia yang berada di urutan pertama adalah penyakit Hipertensi atau yang juga dikenal dengan nama darah tinggi. Tidak banyak yang mengetahui bahwa penyakit ini merupakan jenis penyakit kritis yang menyebabkan kematian kurang lebih 8 juta orang setiap tahunnya.

Mengutip data kesehatan tahun 2013 dan 2018, diketahui bahwa terdapat
peningkatan prevalensi kasus hipertensi, dari angka 25,5% ke 34,1% di tahun 2018. Bahkan data terbaru yang dirilis di halaman situs kementerian kesehatan menyebutkan terdapat 427.218 kasus kematian akibat penyakit hipertensi ini.

Sedikit menjelaskan mengenai pengertian Hipertensi dari sisi medis, hipertensi ini adalah kondisi dimana tekanan darah melebihi keadaan normal. Kondisi tekanan darah di atas normal ini dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan jantung.


Diabetes Melitus

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi


Penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia yang berada di posisi kedua adalah Diabetes Melitus, penyakit yang satu ini adalah salah satu penyakit yang prevalensi kasusnya sangat tinggi di Indonesia. Mengutip data kesehatan tahun 2018, prevalensi kasus Diabetes Melitus ini mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni dari 6,9% menjadi 8,5%.

Baca juga: Mengenal Pengertian, Tipe, Gejala, Dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus


Bahkan data terbaru menyebutkan bahwa terdapat 10,8 juta orang yang terkena penyakit ini per tahun 2020 lalu. Diabetes Melitus sendiri merupakan penyakit kronis yang terjadi dengan ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah, melebihi kadar normal. Hal tersebut terjadi dikarenakan, glukosa yang menumpuk dalam darah akibat tidak dapat diserap dengan baik oleh sel tubuh.


Seperti yang dijelaskan di awal bahwa penyakit ini adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dimana penyakit ini dapat menimbulkan bebagai komplikasi penyakit. Hal inilah yang membuat penyakit diabetes ini sangat membahayakan.


Stroke

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi


Stroke juga adalah salah satu penyakit lainnya yang menyebabkan banyak kasus kematian di Indonesia. Jumlah prevalensi kasus stroke hingga saat ini terus meningkat hingga saat ini. Mengutip data dar tahun 2018 lalu, prevalensi kasus ini mengalami kenaikan menjadi 10,9%, dimana sebelumnya hanya sekitar 7%.

Baca juga: 8 Tips Dan Cara Mencegah Penyakit Stroke dan Jantung, Yuk Dicoba!

Kebanyakan kasus stroke sendiri umumnya terjadi pada orang dengan rentang usia 45-74 tahun. Namun terdapat cukup banyak kasus, dimana orang dengan rentang usia 15-24 tahun juga terkena penyakit ini.


Jika dijelaskan secara singkat, Stroke adalah sebuah penyakit atau kondisi yang terjadi akibat terganggunya pasokan darah ke otak. Umumnya, terhambatnya pasokan darah tersebut dikarenakan adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.


Berkurangnya pasokan darah ke otak yang mengandung oksigen dan nutrisi menyebabkan sel-sel pada area otak mati. Matinya sel otak inilah yang menyebabkan bagian tubuh tertentu pada penderita stroke tidak dapat dikendalikan dengan baik.


Terkait dengan obat Stroke dan terapi untuk menyembuhkan penyakit ini.
Umumnya dokter akan menganjurkan fisioterapi dan terapi psikologi sebagai metode pengobatan. Selain itu, dokter juga akan memberikan obatan-obatan tertentu yang dapat memulihkan kondisi penderita.


Gagal Ginjal Kronis

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi


Masih membahas tentang penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di urutan keempat dalam daftar ditempati oleh penyakit Gagal Ginjal Kronis. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa penyakit gagal ginjal juga termasuk salah satu penyakit dengan prevalensi kasus kematian yang tinggi di Indonesia.

Baca juga: 4 Jenis Makanan Penyebab Sakit Ginjal Kronis Yang Perlu Anda Batasi Mulai Dari Sekarang!


Data tahun 2015 saja mencatat bahwa terdapat 30.554 orang yang mengalami gagal ginjal kronis ini. Tidak hanya itu, data juga mencatat terjadi peningkatan prevalensi kasus gagal ginjal kronis di tahun 2018. Pada tahun 2018, prevalensi kasus gagal ginjal kronik ini meningkat menjadi 3,8%, dimana sebelumnya berada pada persentase 2%.

Gagal Ginjal Kronis sendiri dijelaskan sebagai kondisi menurunnya fungsi ginjal secara bertahap, dikarenakan kerusakan ginjal. Dalam dunia medis juga dijelaskan bahwa gagal ginjal kronik ini didefinisikan terjadinya penurunan laju filtrasi (penyaringan) ginjal selama kurung waktu 3 bulan atau lebih.


Penurunan fungsi ginjal ini menyebabkan terjadinya penumpukan limbah (zat sampah yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh) di dalam tubuh. Penyakit gagal ginjal dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah penyakit.

Sejumlah penyakit dapat menyebabkan seseorang berpotensi untuk terkena penyakit gagal ginjal kronis ini. Adapun penyakit tersebut meliputi diabetes, penyakit asam urat hingga tekanan darah tinggi (hipertensi).


Kanker

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi

Setelah Stroke dan Hipertensi, kanker adalah penyakit penyebab kematian
terbanyak di Indonesia. Melansir informasi dari halaman suara.com, disebutkan bahwa penyakit ini telah membunuh 4,8 juta orang pada tahun 2018 silam. Pada tahun 2018 tersebut, prevalensi dari kasus kanker di Indonesia mengalami kenaikan cukup besar, yakni dari 1,4% menjadi 1,8%.

Baca juga: Macam-Macam Kanker Ganas dan Paling Mematikan di Dunia

Kembali sedikit menjelaskan mengenai penyakit penyebab kematian tertinggi yang kami ulas. Dalam dunia medis, kanker sendiri adalah penyakit yang disebabkanadanya pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan bagian tubuh lainnya.

Penyakit ini sendiri menyebabkan banyak kasus kematian, dikarenakan telatnya diagnosis. Penyakit ini tidak memiliki gejala-gejala di awal perkembangannya, sebelum mencapai stadium lanjut. Hal inilah yang membuat penyakit kanker ini sangat sulit untuk dideteksi.

Kebanyakan penderita kanker ini terlambat melakukan diagnosis dan pengobatan, sehingga kanker tidak dapat ditangani di awal dan akhirnya berkembang hingga memasuki stadium lanjut.


Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi


Pada tahun 2017 silam, penyakit jantung Iskemik menjadi penyebab kematian tertinggi nomor dua di Indonesia. Melansir informasi dari IDN Times, terdapat 25% angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini.


Penyakit jantung iskemik sendiri adalah kondisi berkurangnya pasokan aliran darah dan juga oksigen ke otot jantung. Penurunan pasokan darah dan oksigen ini umumnya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri. Hal tersebutlah yang menyebabkan pasokan darah dan oksigen ke otot jantung menjadi sedikit.

Baca juga: 7 Penyakit Yang Menyerang Peredaran Darah Dengan Resiko Kematian Tinggi


Tuberkulosis (TBC)

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi

Kembali mengutip data dari tahun 2017, Tuberkulosis atau TBC juga menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun tersebut. Bahkan hingga tahun 2020 lalu, prevalensi kasus Tuberkulosis di Indonesia masih terbilang tinggi.

Sedikit menjelaskan mengenai penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia yang satu ini, penyakit Tuberkulosis adalah penyakit paru-paru yang terjadi akibat adanya bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis. Penderita penyakit TBC ini umumnya akan mengalami batuk berdahak, bahkan berdarah selama lebih dari 3 minggu.

Yang lebih mengkhawatirkan, bakteri Mycobacterium Tuberculosis tidak hanya dapat menyerang paru-paru, namun juga bagian tubuh lainnya seperti usus, tulang hingga kelenjar. Penyakit TBC ini juga termasuk penyakit menular berbahaya, dimana ia dapat menular melalui ludah, batuk atau bersin dari penderita TBC.

Sirosis Hati

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi


Menurut sejumlah jurnal medis, penyakit Sirosis hati disebut pernah menduduki peringkat kelima sebagai penyakit paling mematikan di Indonesia pada tahun 2017.
Peringkat tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2007 silam. Pada tahun 2007 silam, penyakit Sirosis hati ini bahkan menjadi penyebab kematian di Indonesia.

Di sejumlah negara lain pun, Sirosis hati merupakan penyakit dengan prevalensi kasus kematian tinggi. Mengutip informasi dari halaman Medscape, disebutkan penyakit ini menjadi penyebab kematian dari 35 ribu orang di Amerika.

Sirosis hati sendiri merupakan kondisi rusaknya organ hati disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut ini dapat terbentuk akibat sejumlah faktor, beberapa diantaranya adalah infeksi virus hepatitis dan juga kecanduan Alkohol.


Penderita sirosis hati ini biasanya akan menunjukkan sejumlah gejala umum seperti mudah kelelahan, tubuhnya mudah memar atau berdarah, rasa mual, kehilangan nafsu makan, terjadi penurunan berat badan, adanya bengkak di kaki, perubahan warna kulit dan bola mati (menjadi menguning).


Diare

Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi


Sebagian dari anda mungkin menganggap bahwa diare adalah penyakit yang ringan dan tidak berbahaya. Namun hal ini ternyata adalah salah, pasalnya penyakit ini ternyata sempat menjadi penyakit yang bertanggung jawab atas kematian ribuan anak pada tahun 2017 silam.

Melansir data dari halaman Centers for Disease Control and Prevention, disebutkan bahwa penyakit Diare membunuh kurang lebih 2.195 anak setiap harinya. Data juga menyebutkan bahwa Diare menjadi penyebab kematian 1 dari 9 anak di seluruh dunia.


Penyakit Diare sendiri adalah kondisi dimana feses yang dikeluarkan dari tubuh berbentuk encer (berair) dengan jumlah frekuensi di atas normal (sering). Jika dibiarkan, kondisi ini akan dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi berat.


Biasanya faktor penyebab diare ini adalah makanan yang kurang bersih dan kontaminasi mikroorganisme akibat sanitasi yang tidak memenuhi standar (kotor). Penyakit diare ini juga diketahui dapat menyebar melalui benda yang terkontaminasi.


Penyakit Paru Obstruktif Kronis

penyakit penyebab kematian tertinggi


Penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia terakhir yang kami akan bahas adalah penyakit paru obstruktif kronis.
Untuk anda yang tidak akrab dengan dunia medis, mungkin nama penyakit ini cukup kurang umum untuk anda. Namun meskipun demikian, penyakit ini tercatat berada di peringkat ke tujuh sebagai penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2017.


Data dari RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) juga menyebutkan bahwa prevalensi kasus penyakit paru obstruktif di Indonesia terjadi sebanyak 3.7% di tahun 2018.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Stroke Hemoragik, Penyebab dan Cara Mengobatinya


Penyakit paru obstruktif sendiri adalah kondisi peradangan pada organ paru-paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Penderita penyakit ini biasanya akanmenunjukkan sejumlah gejala umum seperti sering kesulitan bernapas, bengek hingga batuk berdahak.

Dilansir dari laman alodokter, bronkitis kronis dan emfisema adalah dua kondisi yang sering menjadi awal berkembangnya penyakit Paru Obstruktif Kronis. Penyakit Paru Obstruktif Kronis sendiri umumnya hanya terjadi pada orang yang berusia paruh baya dan memiliki kebiasaan merokok.


Sekian ulasan dari kami mengenai penyakit penyebab kematian tertinggi di
Indonesia. Semoga ulasan ini dapat membuat anda yang membacanya semakin mawas tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan pola makan dan hidup yang lebih sehat. Terima kasih.

Staff

Hymotion adalah situs berita independent. Bagian dari Garuda News Network. Fokus mengulas berbagai informasi bisnis, tekonlogi, games, hiburan dan berbagai peristiwa menarik di dunia.

Previous Story

Penginapan di Labuan Bajo yang Murah & Berkualitas

Next Story

Mengenal Pengertian, Tipe, Gejala, Dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus