Mengenal Pengertian, Tipe, Gejala, Dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus

8 mins read
Mengenal Pengertian, Tipe, Gejala, Dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit dengan resiko kematian yang tinggi. Penyakit ini dapat muncul dikarenakan beberapa faktor resiko. Namun apa saja faktor risiko penyakit Diabetes Melitus ini?

Penyakit Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit di Indonesia dengan prevalensi tinggi. Mengutip informasi dari Siloam hospitals, terdapat 10,3 juta kasus diabetes yang terjadi di Indonesia pada tahun 2017. Angka ini sendiri diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2045 mendatang.

Diabetes Melitus bukanlah penyakit yang ringan, jenis penyakit yang satu ini adalah salah satu kategori penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data yang dirilis oleh laman website kementerian Kesehatan, penyakit ini menjadi penyebab kematian 1,5 juta orang di dunia pada tahun 2012. Angka kematian akibat penyakit ini pun semakin meningkat hingga saat ini.

Apa Itu Diabetes Melitus?

Penyakit Diabetes Melitus

Menjelaskan sedikit mengenai penyakit ini. Penyakit Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah, di atas jumlah normal. Dalam dunia medis, penyakit ini juga dikenal dengan nama kencing manis.

Pada keadaan normal, makanan yang anda konsumsi akan diubah oleh tubuh menjadi glukosa yang nantinya akan diubah lagi menjadi energi. Dalam proses ini, terdapat hormon yang membantu glukosa diserap oleh sel-sel tubuh, hormone ini bernama insulin.

Pada penderita penyakit diabetes Melitus, tubuh mengalami menghasilkan jumlah hormon insulin normal. Hal tersebut menyebabkan terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah.

Baca juga: 7 Penyakit Yang Menyerang Peredaran Darah Dengan Resiko Kematian Tinggi

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa penyakit ini bukan jenis penyakit ringan yang harus mendapatkan penanganan secepatnya. Pasalnya penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit komplikasi. Adapun beberapa komplikasi diabetes melitus meliputi gagal ginjal, stroke, penyakit jantung, kebutaan bahkan kematian.

Tipe Diabetes Melitus

Secara umum, penyakit Diabetes Mellitus ini diklasifikasi menjadi 2 tipe berbeda, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes Tipe 1

Penyakit Diabetes Melitus tipe 1 ini terjadi dikarenakan adanya kondisi autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel pankreas yang berperan dalam produksi hormone insulin. Berkurangnya sel-sel pankreas ini membuat menurunnya jumlah insulin yang diproduksi dan menyebabkan peningkatan kadar gula di dalam darah.

Baca juga: 8 Tips Dan Cara Mencegah Penyakit Stroke dan Jantung, Yuk Dicoba!

Diabetes Tipe 2

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang terjadi akibat kondisi autoimun, diabetes tipe 2 ini dapat terjadi dikarenakan sel-sel tubuh yang kurang sensitif terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan insulin yang dihasilkan oleh pankreas menjadi tidak dapat dipergunakan dengan baik. Penyakit Diabetes Melitus tipe 2 ini sendiri merupakan jenis diabetes melitus yang paling sering terjadi di dunia.

Diabetes Gestasional

Selain diabetes tipe 1 dan 2, terdapat juga diabetes khusus yang disebut diabetes gestasional. Diabetes ini umumnya terjadi pada wanita hamil dan disebabkan oleh perubahan hormone. Biasanya kondisi diabetes Gestasional ini dapat Kembali normal setiap penderitanya melahirkan.

Beberapa Faktor Risiko Diabetes Melitus

Lanjut ke bagian faktor risiko dari penyakit diabetes melitus. Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa terdapat 2 tipe diabetes melitus. Keduanya memiliki faktor risiko yang berbeda-beda. Melansir dari halodoc, berikut adalah faktor-faktor risiko diabetes melitus untuk setiap jenisnya.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 1

  • Genetik – memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes tipe 1
  • Terinfeksi virus
  • Ras orang berkulit putih dipercaya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 1.
  • Usia – Kasus diabetes tipe 1 paling banyak ditemukan pada anak-anak dengan rentang usia 4 hingga 7 tahun dan 10 hingga 14 tahun.

Diabetes Tipe 2

Baca juga: Macam-Macam Kanker Ganas dan Paling Mematikan di Dunia

Sedangkan untuk faktor resiko penyakit diabetes melitus tipe kedua. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan meningkatnya potensi seseorang terserang penyakit diabetes tipe 2 ini. Beberapa diantaranya adalah :

  • Obesitas – Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas
  • Genetik – Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes tipe 2
  • Jarang beraktivitas – Aktivitas fisik dapat membantu dalam pengontrolan kadar gula. Aktivitas fisik dapat mempercepat pembakaran glukosa dan juga membuat sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin.
  • Usia – risiko seseorang untuk terkena penyakit diabetes tipe 2 ini dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  • Memiliki penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal – Seseorang yang memiliki kadar kolesterol rendah namun kadar trigliserida tinggi, maka orang itu berisiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2.
  • Memiliki penyakit Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) – wanita yang memiliki riwayat penyakit PCOS banyak disebut memiliki resiko untuk terkena diabetes tipe 2 lebih tinggi.

Beberapa Gejala Diabetes Melitus

Orang yang mengidap penyakit diabetes melitus biasanya akan menunjukkan beberapa gejala umum. Gejala umum yang ditunjukan antara pengidap diabetes tipe 1 dan 2 sendiri sedikit berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah gejala umum dari masing-masing tipe diabetes melitus tersebut.

Gejala Diabetes Tipe 1

  • Sering kali merasakan haus
  • Sering merasakan lapar
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Massa otot yang berkurang
  • Merasa lemas
  • Urine mengandung keton (produk sisi hasil pemecahan gula di dalam tubuh)
  • Luka yang sulit menutup (sembuh)
  • Sering mengalami infeksi

Gejala Diabetes Tipe 2

  • Mulut sering kering
  • Sering merasakan kaku, nyeri dan rasa terbakar pada kaki
  • Gatal-gatal
  • Bercak hitam di area sekitar leher, ketiak dan juga selangkangan
  • Mengalami impotensi
  • Mengalami hipoglikemia reaktif (hipoglikemia yang terjadi akibat produksi insulin yang berlebih setelah makan).

Baca juga: 4 Jenis Makanan Penyebab Sakit Ginjal Kronis Yang Perlu Anda Batasi Mulai Dari Sekarang!

Cara Mengobati Penyakit Diabetes Melitus

Sebagai pembahasan mengenai tentang definisi dan faktor risiko diabetes melitus. Pada bagian akhir dari ulasan ini, kami juga akan sedikit memberikan tips dan cara untuk mengobati penyakit diabetes melitus ini. Adapun beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Pengaturan Pola Makan

Penderita diabetes melitus diharuskan untuk mengatur pola makan mereka. Mereka disarankan untuk banyak mengkonsumsi buahan, sayuran hijau, protein nabati (dari biji-bijian) serta mengonsumsi makanan rendah kalori.

Tidak hanya itu, penderita diabetes juga disarankan untuk mengganti gula dengan pemanis yang aman untuk penderita diabetes, seperti sorbitol.

Rutin Berolahraga

Sejumlah halaman kesehatan menyebutkan bahwa penderita diabetes disarankan juga untuk mulai rutin berolahraga. Olahraga dapat membantu tubuh penderita untuk mengontrol kadar gula berlebih dalam darah. Hal ini sangat disarankan, terutama untuk penderita yang mengalami obesitas.

Konsultasi ke Dokter

Dikarenakan diabetes melitus ini bukanlah penyakit remeh. Penderita juga disarankan untuk memeriksakan diri langsung ke dokter. Dalam hal ini dokter akan dapat membantu pengaturan pola makan dan juga pengobatan yang dianjurkan.

Untuk diabetes tipe 1, umumnya dokter akan merekomendasikan terapi insulin kepada penderita. Sedangkan penderita diabetes tipe 2, dokter biasanya akan merekomendasikan sejumlah obat untuk dikonsumsi seperti metformin untuk menurunkan produksi gula.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Stroke Hemoragik, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Demikian sedikit ulasan dari kami mengenai penyakit diabetes melitus. Jika sekiranya anda memiliki salah satu atau beberapa gejala maupun faktor risiko diabetes melitus yang disebutkan di atas, ada baiknya jika anda mulai memeriksakannya ke dokter dan juga mulai menerapkan pola hidup yang sehat. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Staff

Hymotion adalah situs berita independent. Bagian dari Garuda News Network. Fokus mengulas berbagai informasi bisnis, tekonlogi, games, hiburan dan berbagai peristiwa menarik di dunia.

Previous Story

Ini 10 Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia Menurut Berbagai Riset Kesehatan

Next Story

7 Penyakit Yang Menyerang Peredaran Darah Dengan Resiko Kematian Tinggi